Terlaris

Brand

Hudan (petunjuk), Bayyinah (penjelasan-penjelasan), Furqon (pembeda)

Hudan (petunjuk), Bayyinah (penjelasan-penjelasan), Furqon (pembeda)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pertama-tama marilah kita senantiasa memuji dan bersyukur ke Hadlirat Allah SWT,

yang telah memberikan kepada kita nikmat iman dan Islam, atas rakhmat dan karuniaNya kita diberikan kesehatan dan kekuatan untuk melaksanakan sholat jumat di Masjid Nurul Iman ini. Setelah selama satu bulan kita melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang merupakan bulan pembinaan untuk berbuat amal ibadah, maka pada tahap selanjutnya marilah kita realisasikan pembinaan tersebut dengan amal ibadah sehari-hari kita setelah Ramadhan. Marilah kita melanjutkan tradisi seperti pada bulan Ramadhan yakni melakukan tadarus dan pengkajian Al Quran, melakukan sholat berjamaah di musholla atau masjid, mengkaji agama Islam baik melalui studi kepustakaan atau dengan mengikuti pengajian di masjis taklim, dan sebagainya.

Solawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Jungjunan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya, kepada para tabiin serta kepada seluruh pengikutnya yang istiqomah, setia menjalankan ajaran Dienul islam sampai akhir jaman, semoga kita semua termasuk di dalamnya. Amin.

Hadirin, jamaah sholat Jumat yang dimuliakan Allah SWT,

Dalam kesempatan ini khatib mengajak, khususnya kepada diri khatib sendiri dan kepada seluruh jamaah sholat jumat yang dimuliakan Allah SWT, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Yakni melaksanakan segala perintah Allah serta menjauhi segala laranganNya. Selanjutnya, perkenankanlah khatib menyampaikan materi khutbah jumat kali ini yang diberi judul : Al Quran sebagai Hudallilmuttaqin, Al Quran sebagai Petunjuk bagi orang yang bertakwa.

Jamaah sholat jumat yang dimuliakan Allah SWT.

Allah SWT berfirman di dalam QS Al Baqoroh (2) ayat : 2

“ Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan di dalmnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa”

Pada ayat lainnya Allah SWT berfirman di dalam QS Al Baqoroh (2) ayat : 185

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan batil) ”


Dari kedua ayat tersebut jelas bahwa fungsi Al Quran adalah sebagai hudan (petunjuk) bagi manusia, khususnya bagi manusia yang bertakwa, bayyinah (penjelasan-penjelasan) mengenai petunjuk tentang jalan yang lurus, yakni tentang ajaran dienul Islam. dan sebagai Furqon (pembeda) mana jalan yang hak (benar) dan mana jalan yang batil (salah).

Jamaah sholat Jumat rohimakumullah,

Mengingat fungsi Al quran sebagai hudan (petunjuk), bayyinah(penjelas) dan furqon(pembeda), maka kewajiban kita terhadap Al Quran adalah sebagai berikut :

1. Meyakini kebenaran isinya

2. Mempelajari cara membacanya dan senantiasa membacanya.

3. Mempelajari isinya (artinya) dan menjadikannya sebagai petunjuk

4. Mengamalkannya

Jamah Sholat Jumat Yang terhormat,

Kewajiban kita terhadap Al Quran yang pertama adalah meyakini kebenaran isinya, meyakini bahwa al Quran itu adalah dari Alloh SWT. Al Quran adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada manusia terbaik, nabi dan rasul termulia yaitu Muhammad SAW, sebagaimana Allah SWT menurunkan Kitab-kitab lain kepada rasul-rasul sebelumnya. Seorang muslim harus mengimani keseluruhan ayat al Quran, tidak boleh mengimani sebagian ayat dan tidak mengimani sebagian ayat yang lain.

Selain berisi perintah melakukan ibadah ritual seperti sholat, zakat, puasa haji dan sebagainya, sesuai dengan fungsinya sebagai petunjuk, maka isi al Quran meliputi segala aspek kehidupan manusia, Al Quran berisi tentang idiologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hankam (ipoleksosbudhankam) dan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Al Quran merupakan mukjijat abadi. Jika pada jaman dahulu, abad 7 M, banyak orang tertarik pada Quran karena bahasa dan sastranya. Sekarang pada abad 21, abad iptek/sains dan teknologi, Al-Quran memberikan bukti-bukti ilmiah yang dikandungnya. Banyak sekali ayat-ayat yang berisi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi di sini akan dikemukakan salah satu ayat saja yakni QS Yasin (36) : 38 .

“Dan matahari itu beredar di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang maha Kuasa lagi maha Mengetahui.”

Pada mula-mula para ahli ilmu falak (ilmu astronomi) menetapkan bahwa matahari tetap, tidak berjalan (beredar) dan hanya bumilah yang beredar (berevolusi) mengelilingi matahari. Tetapi hasil penemuan sains terkini menyatakan bahwa matahari bersama keluarganya (tata surya) bergerak terhadap pusat galaksi yakni pusat galaksi milky way (Bima sakti) / ke arah konstelasi Lyra dengan kecepatan gerak 125 km/detik sambil berotasi terhadap sumbunya dengan periode 25 hari . Dari ayat ini kita melihat bagaimana mungkin penemuan sains pada abad 20 dan 21 ini telah diketahui oleh seseorang yang hidup pada 14 abad yang lampau yakni abad ke 7, dimana pengetahuan tentang ilmu falak saat itu masih belum maju dan teknologi teleskop modern belum ada. Ini membuktikan bahwa Al Quran itu bukan dari manusia, melainkan datangnya dari Allah SWT, sedangkan Muhammad SAW adalah sebagai rasulullah yang menerima alQuran dan bertugas menyampaikan Al Quran tersebut kepada manusia.

Jamaah sholat Jumat yang berbahagia,

Kewajiban kita terhadap Al Quran yang kedua adalah Mempelajari cara membacanya dan senantiasa membacanya. Membaca Al Quran walaupun karena keterbatasan kita, kita tidak tahu isinya atau artinya, menurut sebagian besar ulama adalah tetap bernilai ibadah.

Banyak hadis yang menjelaskan keutamaan belajar dan membaca Al Quran diantaranya adalah sebagai berikut :

“Rasulullah bersabda : Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya” (HR Bukhari). Fadhail amal, alQuran hal 9.

Pada hadits lain Rasulullah bersabda :

“ Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu (pahala) sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf” (HR Turmudzi).

Pada hadits lainya Rasulullah bersabda :

“Orang yang mahir dalam membaca Al Quran kelak akan mendapat tempat di syurga bersama-sama dengan rasul yang mulia lagi baik. Dan orang yang tidak mahir dalam membaca Al Quran, terbata-bata dalam membacanya dan tampak agak berat lidahnya (atau belum lancar) maka baginya pahala dua kali. (HR Bukhari Muslim). Sebagian ulama menafsirkan bahwa orang yang terbata-bata membaca Al Quran akan memperoleh 2 pahala yakni satu pahala karena membacanya dan satu pahala lagi karena kesungguhannya membaca Al Quran. Namun, bukan berarti pahalanya akan melebihi orang yang mahir dalam membaca AlQuran. Orang yang mahir membaca AlQuran sudah pasti akan memperoleh derajat istimewa.yang sangat tinggi. Maksud sebenarnya dari hadis ini adalah bahwa dengan bersusah payah mempelajari al quran akan memperoleh pahala ganda. Oleh karena itu tidak sepatutnya bagi kita meninggalkan bacaan al quran walaupun sulit.

Jamaah sholat Jumat yang dirahmati Allah SWT

Kewajiban kita terhadap Al Quran yang ketiga adalah mempelajari isinya (artinya) dan menjadikannya sebagai petunjuk.

Bagi kebanyakan kita yang tidak bisa berbahasa Arab, salah satu cara dalam upaya mempelajari isinya (artinya) adalah dengan membaca Al Quran dan terjemahnya, atau lebih bagus lagi Al quran, terjemah dan tafsirnya. Insya Allah dengan membaca terjemah atau tafsirnya secara kontinu, dan menanyakan maksud terjemah/tafsir ayat yang masih belum jelas kepada guru agama atau ulama, kita akan dapat menjadikan al quran sebagai petunjuk.

Jamaah sholat jumat rohimakumullah

Kewajiban kita terhadap Al Quran yang ke-empat adalah mengamalkannya.

Jika kita menjadikan al Quran sebagai petunjuk, maka insya Allah kita akan dapat mengamalkan al Quran dalam kehidupan kita sehari-hari.

“Rasulullah bersabda : Barangsiapa membaca Al Quran, menghapalnya, menghalalkan apa yang dihalalkan al quran dan mengharamkan apa yang diharamkan al quran, maka Allah akan memasukkannya ke dalam syurga. (HR Ahmad).

Maksud dari menghalalkan apa yang dihalalkan al quran dan mengharamkan apa yang diharamkan al quran, ialah hati, ucapan dan perbuatannya tidak bertentangan dengan Al Quran, ia tidak mengharamkan sesuatu yang dihalalkan oleh al quran dan sebaliknya ia tidak menghalalkan sesuatu yang diharamkan alQuran. Ia melaksanakan apa yang diperintahkan oleh al quran, serta menjauhi segala yang dilarang oleh al quran. Jadi orang yang melaksanakan atau mengamalkan al Quran akan dimasukkan oleh Allah ke dalam syurga.

Jamaah Sholat jumat yang dimuliakan allah SWT,

Demikianlah khutbah Jumat kali ini, semoga kita dapat melaksanakan kewajiban kita terhadap al quran yaitu :

1. Meyakini kebenaran isinya

2. Mempelajari cara membacanya dan senantiasa membacanya.

3. Mempelajari isinya (artinya) dan menjadikannya sebagai petunjuk

4. Mengamalkannya

Insya Allah dengan melaksanakan keempat hal tersebut kita menjadi golongan orang-orang yang diberi petunjuk. Sebaliknya menganggap enteng, berpaling dari kewajiban kita terhadap al quran, akan mendapat ancaman Allah dengan penghidupan yang sempit serta siksa yang pedih. Sebagaimana disebutkan dalam QS Thoha ayat 123-124.

“ Maka barangsiapa mengikuti petunjukKU ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan aku akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.

Di dalam QS Ar-Radu ayat 37, Allah berfirman :

“Dan demikianlah, Aku telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.”

disampaikan di Masjid Nurul Ilmi, SMAN 113 Jakarta

Oleh Drs. Imam Prasaja, M.Si

Leave a Reply

* Name:
* E-mail: (Not Published)
   Website: (Site url withhttp://)
* Comment:
Type Code