Terlaris

Sesungguhnya Perbuatan Baik Dapat Menghapuskan Dosa Perbuatan yang Buruk

 

Sesungguhnya Perbuatan Baik Dapat Menghapuskan Dosa Perbuatan yang Buruk

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

 

“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebahagian permulaan dari malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud: 114)

 

 

Firman Allah SWT: “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” Allah berfirman: “Sesungguhnya perbuatan yang baik dapat menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu.”

 

Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan para penulis kitab Sunan, dari Amirul Mukminin ‘Ali bin Abi Thalib r.a, ia berkata: “Dahulu, setiap kali aku mendengar suatu hadits dari Rasulullah SAW, niscaya Allah memberikan kepadaku manfaat yang Dia kehendaki dari hadits itu. Dan apabila seseorang membicarakan hadits kepadaku, aku meminta ia bersumpah. Dan jika ia telah bersumpah, aku mempercayainya. Abu Bakar menyampaikan hadits kepadaku dan ia adalah seorang yang jujur, bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:

 

“Tidaklah seorang mukmin melakukan perbuatan dosa, kemudian ia berwudhu’ dan mengerjakan shalat dua rakaat, kecuali ia akan diampuni.”

 

Dan di dalam kitab ash-Shahiihain diriwayatkan dari Amirul Mukminin ‘Utsman bin ‘Affan r.a, bahwasanya dia mempraktekkan wudhu di hadapan para Sahabat seperti wudhunya Rasulullah SAW, kemudian ia berkata: “Demikianlah aku melihat Rasulullah SAW berwudhu dan beliau SAW bersabda:

 

“Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian dia mengerjakan shalat dua rakaat dan ia tidak berkata-kata pada dirinya (akan perkara dunia) dalam dua rakaat itu, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

 

 

Dan di dalam sebuah hadits shahih dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda:

 

“Bagaimana pendapat kalian, apabila di depan pintu salah seorang dari kalian terdapat sungai yang melimpah airnya, ia mandi di dalamnya setiap hari lima kali, apakah masih ada kotoran yang tersisa?” Para Sahabat menjawab: “Tidak wahai Rasulullah,” beliau bersabda: “Begitu juga dengan shalat lima waktu, dengannya Allah akan menghapuskan dosa-dosa dan kesalahan.”

 

Muslim meriwayatkan dalam Shahiih-nya dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Shalat lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at (berikutnya), dari Ramadhan ke Ramadhan (berikutnya) adalah penghapus dosa-dosa yang ada di antara keduanya selama seseorang tidak mengerjakan dosa-dosa besar.”

 

Imam al-Bukhari merriwayatkan dari Ibnu Mas’ud r.a, bahwasanya seorang laki-laki mencium seorang wanita, lalu ia datang kepada Nabi SAW dan mengabarkan tentang hal itu. Maka Allah menurunkan:

 

“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebahagian permulaan dari malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” Maka laki-laki itu berkata: “Wahai Rasulullah, apakah ini hanya untukku?” Beliau menjawab: “Untuk seluruh umatku.”

 

Demikian riwayat al-Bukhari dalam kitab ash-Shalah dan ia juga meriwayatkan hadits yang serupa dalam Kitab at-Tafsiir.

 

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas r.a bahwa seorang laki-laki datang kepada ‘Umar dan berkata: “Sesungguhnya ada seorang wanita datang untuk berjual beli. Lalu aku memasukkannya ke dalam bilik lalu aku melakukan sesuatu terhadapnya, hanya saja aku tidak menyetubuhinya.” Umar r.a berkata: “Celaka engkau, barangkali ia adalah seorang wanita yang sedang ditinggal suaminya fi sabilillah.” Lelaki itu menjawab: “Benar!” ‘Umar berkata: “Temuilah Abu Bakar dan tanyakan kepadanya. Abu Bakar r.a berkata: “Barangkali ia seorang wanita yang sedang ditinggal oleh suaminya fi sabilillah.” Lalu Abu Bakar mengatakan seperti yang dikatakan oleh ‘Umar r.a. Kemudian ia mendatangi Nabi SAW dan mengatakan hal itu kepada beliau. Beliau berkata: “Barangkali ia seorang wanita yang sedang ditinggal oleh suaminya fi sabilillah.” Dan turunlah ayat: “Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebahagian permulaan dari malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” Sampai akhir ayat. Maka laki-laki itu berkata: “Ya Rasulullah, apakah itu hanya khusus untukku ataukah untuk manusia secara umum?”

 

Maka ‘Umar memukul dadanya dengan tangannya dan berkata: “Tidak, enak saja! Tapi untuk manusia secara umum.”

 

Rasulullah SAW berkata: “ ‘Umar benar.” [Syahida.com/ANW]

 

==

 

Sumber: Kitab Shahih Tafsir Ibnu Katsir jilid 4, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir